Gejala Dan Faktor Risiko Terkena Penyakit Glaukoma

By | September 14, 2017

Gejala Dan Faktor Risiko Terkena Penyakit Glaukoma – Penyakit glaukoma merupakan penyakit mata yang dapat menyebabkan kebutaan peringkat kedua setelah penyakit mata lainnya yaitu katarak. Kebutaan yang diakibatkan oleh penyakit glaukoma ini tidak bisa disembuhkan dan bersifat permanen. Penderita penyakit mata glaukoma ini tersebsar luas di seluruh belahan dunia. Dalam beberapa kasus, penyakit glaukoma dapat dikendalikan agar tidak menimbulkan kebutaan, hanya saja sebagian besar penderita penyakit ini tidak menyadari bahwa mereka sedang menderita penyakit glaukoma, sehingga kebanyakan penderita datang untuk melakukan pengobatan setelah keadaan sudah dalam tahap lanjut dan proses menuju kebutaan sedang berlangsung.

Glaukoma adalah penyakit yang terjadi pada mata dan ditandai oleh tiga hal yang disebut dengan trias glaukoma, yaitu :

– Peningkatan pada tekanan intraokular (tekanan dalam bola mata).
– Perubahan patologis berupa kerusakan pada diskus optikus (saraf penglihatan).
– Defek (kelainan) pada lapang penglihatan yang khas.

Selain itu, glaukoma juga dibedakan menjadi 2 jenis yaitu glaukoma sudut terbuka dan glaukoma sudut tertutup. Glaukoma sudut terbuka merupakan yang paling umum, sering disebut sebagai glaukoma kronis karena penyakit glaukoma jenis ini muncul dan berkembang secara perlahan-lahan. Sedang glakukoma sudut tertutup merupakan glaukoma yag jarang terjadi, sering disebut sebagai glaukoma akut karena penyakit glaukoma jenis ini terjadi secara tiba-tiba dan dapat menyebabkan kebutaan yang sifatnya permanen.

glaukoma

Seseorang yang menderita penyakit glaukoma akan merasakan beberapa keluhan yang bervariasi dan berbeda-beda tergantung jenis glaukoma. Glaukoma adalah jenis gangguan penglihatan yang ditandai dengan terjadinya kerusakan pada saraf optik yang biasanya diakibatkan oleh adanya tekanan di dalam mata. Gejala-gejala glaukoma dapat berupa :

– Nyeri pada mata.
– Sakit kepala.
– Melihat bayangan lingkaran di sekeliling cahaya.
– Mata memerah.
– Mual atau muntah.
– Mata berkabut (khususnya pada bayi).
– Penglihatan yang makin menyempit hingga pada akhirnya tidak dapat melihat obyek sama sekali.

Glaukoma terjadi ketika tekanan di dalam mata meningkat akibat cairan mata tidak bisa mengalir dengan baik. Tekanan yang meningkat inilah yang kemudian merusak jaringan saraf pelapis bagian belakang mata yang peka terhadap cahaya (serabut saraf retina) dan saraf yang mengubungkan mata dengan otak (saraf optik). Cairan mata merupakan zat penting yang terdapat di dalam mata kita. Tiap hari zat ini diproduksi dan dialirkan secara konstan dari mata ke aliran darah melalui saluran drainase yang disebut trabecular meshwork.

Selain itu, pada mata orang sehat, aqueous humour mengalir dengan lancar dan tekanan tetap berada pada batas yang aman. Sebaliknya, pada penderita glaukoma, aliran aqueous humour terganggu dan tekanan di dalam mata meningkat. Aqueous humour juga menghasilkan tekanan guna menjaga bentuk mata kita. Salah satu penyebab terhambatnya aliran aqueous humour adalah trabecular meshwork yang terganggu. Hingga kini, faktor yang mendasari penyempitan saluran tersebut masih belum diketahui. Maka untuk itu, ada beberapa faktor yang dapat meningkatkan seseorang terkena glaukoma, antara lain :

– Berusia di atas 60 tahun.
– Pernah mengalami cedera pada mata atau menjalani operasi mata.
– Pernah terdiagnosis mengalami tekanan mata tinggi atau hipertensi okular.
– Menderita penyakit mata yang lain (misalnya rabun jauh).
– Memiliki anggota keluarga yang juga menderita glaukoma.
– Menggunakan obat kortikosteroid, terutama tetes mata, pada jangka waktu lama.
– Menderita penyakit anemia sel sabit, diabetes, hipertensi, atau penyakit jantung.
– Mengalami defisiensi estrogen di usia dini (pada wanita).

Kerusakan mata yang diakibatkan oleh glaukoma memang tidak dapat diobati secara total atau penglihatan kita tidak akan sepenuhnya kembali seperti semula. Akan tetapi, melakukan pengobatan penyakit glaukoma bertujuan untuk mengurangi tekanan intraokular pada mata dan mencegah kerusakan meluas di mata. Penting bagi kita untuk merawat dan menjaga mata dengan baik, sebab mata merupakan organ tubuh manusia yang sangat berperan aktif dalam kehidupan sehari-hari. Penyakit glaukoma ini bisa ditangani dengan cara medis seperti minum obat-obatan, menggunakan laser, atau menggunakan jalan terakhir yaitu dengan operasi pada mata.

Baca Juga : Obat Alami Mata

Akan tetapi, pengobatan dengan cara tersebut tidak menjamin mata kita kembali sembuh seperti semula. Hal yang paling penting dalam melakukan pengobatan adalah bahwa kita harus bisa merawat dan menjaga mata dengan baik dan menghindari hal-hal yang dapat merusak mata seperti kita menggunakan obat tetes mata secara berlebihan, hal ini ternyata dapat membuat mata kita mengalami masalah karena kandungan dalam obat tetes mata memiliki zat yang sangat berbahaya jika digunakan secara berlebihan, ada baiknya kita menggunakan obat alami mata dengan diimbangi mengkonsumsi buah dan sayuran segar bervitamin serta rutin memeriksakan kondisi mata dengan teratur.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *