Penyakit Mata Yang Bisa Menyebabkan Kebutaan

By | September 29, 2017

Penyakit Mata Yang Bisa Menyebabkan Kebutaan – Buta merupakan ketidakmampuan seseorang untuk melihat apapun, bahkan cahaya. Mata yang mengalami kebutaan bisa disebabkan oleh faktor genetik alias keturunan dari orang tua kepada anak, atau juga bisa karena kecelakaan dan bahkan karena suatu penyakit. Pepatah tua mengatakan bahwa mata adalah jendela jiwa, namun terkadang mata bisa menjadi bermasalah. Mata adalah organ yang kompleks yang terdiri dari tiga lapisan jaringan. Lapisan luar, yang dikenal sebagai mantel sklerotik, adalah lapisan keras yang menciptakan putih mata dan kornea. Lapisan tengah, yang disebut mantel koroid, adalah berpigmen dan membentuk iris mata. Retina, lapisan ketiga dan batin, adalah membran yang ditemukan di belakang mata.

Kebutaan adalah ketidakmampuan mata seseorang untuk melihat benda apapun disekitarnya. Menurut WHO, seseorang dikatakan mengalami kebutaan bila memiliki tajam penglihatan kurang dari 3/60. Artinya, jika normalnya orang dapat melihat jarak 60 meter, penderita hanya mampu melihat kurang dari jarak 3 meter. Hilanya lapang pandang hingga kurang dari 10 derajat pada mata yang lebih sehat dengan koreksi terbaik juga termasuk kebutaan. Sebagian besar penyebab kebutaan dapat dicegah. Bila penyebab kebutaan terdeteksi sejak awal, terdapat kemungkinan untuk mencegah gangguan penglihatan memburuk.

kebutaan

Beberapa penyakit mata jika tidak ditangani dengan baik maka dapat menyebabkan kebutaan pada mata. Kemampuan untuk melihat dunia sekitar kita dengan segala keindahannya merupakan berkah yang harus kita syukuri. Namun, penyakit mata tertentu dapat menghilangkan karunia ini. Kerusakan yang terjadi pada setiap bagian mata atau saraf optik, karena penyakit atau luka, dapat menyebabkan kebutaan parsial atau buta total. Secara umum, ada beberapa penyakit mata yang dapat membuat kebutaan. Berikut ini beberapa penyakit mata yang menyebabkan kebutaan antara lain :

– Katarak

Katarak adalah penyakit mata yang mana lensa mata menjadi keruh hingga membuat penglihatan menjadi tidak jelas. Kebanyakan katarak disebabkan oleh proses penuaan, namun terkadang ada pula anak-anak yang terlahir dengan katarak. Selain itu, katarak juga mungkin terjadi akibat pasca cidera pada mata, peradangan, dan beberapa masalah mata lainnya. Sampai saat ini, belum ada cara yang ampuh yang dapat mencegah katarak terjadi. Namun, mengurangi kebiasaan merokok dan paparan terhadap sinar ultraviolet diduga mampu menunda perkembangan katarak. Penyakit katarak yang belum terlalu parah dapat diatasi dengan mengkonsumsi obat yang dianjurkan dokter atau dengan memakai kacamata. Jika keterbatasan penglihatan sudah semakin parah hingga mengganggu kehidupan sehari-hari, barulah dilakukan operasi katarak.

– Glaukoma

Glaukoma adalah penyakit yang berhubungan dengan peningkatan tekanan di dalam bola mata, yang menyebabkan kerusakan saraf optik mata dan akan memburuk seiring berjalannya waktu. Glaukoma cenderung diturunkan dalam keluarga dan mungkin baru akan muncul ketika seseorang sudah bertambah tua. Penyakit yang bisa menyebabkan mata buta ini memiliki gejala seperti mata merah, melihat lingkaran cahaya di sekitar lampu, nyeri mata, mata terlihat kabur terutama area tepi penglihatan, mual atau muntah, dan penglihatan menyempit ketika melihat jarak jauh. Namun bagi kebanyakan orang, penyakit glaukoma bisa tidak menunjukkan tanda-tanda apa pun. Pencegahan glaukoma tidak diketahui, namun ada metode pengobatan dan bedah medis efektif yang bisa dilakukan, seperti obat tetes mata, operasi laser, atau operasi mikro.

– Degenerasi Makula

Penyakit ini juga sering disebut degenerasi makula terkait usia, dimana terjadi pada orang yang berusia diatas 60 tahun. Penyakit ini mempengaruhi makula, ujung saraf di retina, yang memainkan peran penting dalam penglihatan. Degenerasi makula merupakan suatu gangguan mata yang seringkali menyebabkan hilangnya penglihatan atau kebutaan. Degenerasi makula terjadi akibat kerusakan makula, yaitu suatu bintik kecil di dekat bagian tengah retina yang diperlukan untuk melihat sesuatu dengan jelas dan melihat sesuatu benda yang terletak tepat di depan anda (penglihatan sentral).

– Retinitis Pigmentosa

Retinitis pigmentosa mempengaruhi retina atau lapisan sel-sel saraf yang berada dibelakang mata. Retinitis pigmentosa merupakan suatu gangguan pada mata, di mana terjadi kerusakan pada retina. Retinitis pigmentosa dapat diturunkan dalam keluarga (herediter) dan dapat disebabkan oleh berbagai kelainan genetika. Retinitis pigmentosa atau yang dikenal dengan singkatan RP adalah suatu kemunduran yang progresif pada retina yang mempengaruhi penglihatan pada malam hari dan penglihatan tepi dan pada akhirnya bisa menyebabkan kebutaan.

– Retinopati diabetik

Diabetes disebabkan oleh penurunan kadar hormon insulin dalam tubuh, yang sangat penting untuk metabolisme gula atau glukosa dalam tubuh. Gula yang berlebihan dalam darah dapat menyebabkan kerusakan pada pembuluh darah, termasuk pada retina, dan ini dapat menyebabkan gangguan penglihatan dan kebutaan. Retinopati diabetik dapat diobati dengan operasi laser. Namun, hal itu dapat dicegah dengan melakukan pemeriksaan mata secara rutin dan menjaga kadar glukosa darah dengan pola makan yang tepat dan berolahraga.

Baca Juga : Obat Alami Mata

Beberapa penyakit diatas merupakan penyakit yang dapat menyebabkan kebutaan pada mata, maka dari itu kita harus lebih berhati dalam menjaga kesehatan mata, dan juga rawat mata dengan baik sehingga mata tidak mudah mengalami masalah bahkan penyakit, sebab jika mata sudah mengalami penyakit maka dapat menimbulkan masalah lainnya yang lebih parah seperti kebutaan, dan jika kebutaan sudah terjadi maka kita akan kehilangan penglihatan yang mana merupakan anugerah tuhan untuk kita agar dapat melihat keindahan dunia ini. Jika Anda tiba-tiba tidak bisa melihat atau buta segera cari bantuan medis atau pergi ke unit gawat darurat. Pengobatan mata buta disarankan segera dilakukan guna meningkatkan kemungkinan kembalinya penglihatan anda.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *