Penyebab Dan Gejala Penyakit Mata Silinder

By | April 12, 2017

Penyebab Dan Gejala Penyakit Mata Silinder – Penyakit mata silinder merupakan kelainan yang terjadi pada pembiasaan mata yang bisa menyebabkan suatu bayangan yang terjadi pada penglihatan yang bisa menyebabkan penglihatan tidak jatuh pada satu bidang focus. Tanda dan gejala yang paling umum dirasakan penderita silinder adalah penglihatan kabur atau berbayang. Penderita mata silinder sering memicingkan mata ketika jauh maupun dekat. Selain itu, penderita biasanya mengeluh kesulitan membaca tulisan yang kecil. beberapa keluhan seperti sakit kepala, mata tegang, dan lelah setelah membaca atau memakai komputer merupakan keluhan yang sering muncul jika kondisi ini tidak diobati. Namun, jika mata silinder ini menyerang anak-anak akan sulit untuk mengetahuinya, karena pengetahuan anak-anak mengenai suatu benda belum sempurna.

Pada anak-anak, gejala mata silinder dapat berupa sulitnya fokus pada tulisan yang tercetak dalam buku mereka. Anak-anak juga mungkin akan mengalami sakit kepala, kelelaha, dan ketegangan pada mata mereka. Mata sendiri memiliki beberapa komponen kunci agar dapat melihat dengan baik. Salah satunya adalah sistem optik mata yang terdiri dari kornea dan lensa. Keduanya bahu-membahu untuk membuat cahaya masuk terfokus membentuk gambar yang sempurna di retina. Pada penderita mata silinder, kornea mengalami ketidaksempurnaan bentuk. Kornea seharusnya memiliki bentuk cembung yang sempurna, menyerupai bola rugbi. Ketidaksempurnaan cembungan pada lensa juga bisa menyebabkan mata silinder. Ketika cembungan yang terbentuk tidak sempurna alias tidak rata, maka mata silinder otomatis akan menyerang anda.

mata silinder

Gangguan mata silinder atau dikenal dengan Astigmatisma adalah sebuah gejala penyimpangan dalam pembentukkan bayangan pada lensa, hal ini disebabkan oleh cacat lensa yang tidak dapat memberikan gambaran atau bayangan garis vertikal dengan horizotal secara bersamaan. Meskipun jarang, astigmatisma mungkin juga disebabkan oleh seringnya menggosok mata dengan keras (seperti pada anak yang mengidap alergi konjungtivitis) atau penyakit kornea mata seperti keratokonus. Pada umumnya, silinder terjadi sejak lahir, namun berdasarkan di atas tidak sedikit pula yang baru muncul saat pertumbuhan. Silinder bukanlah penyakit, tetapi gangguan penglihatan. Ada dua jenis silinder, yaitu regular dan irregular.

Silinder regular, merupakan ganguan kornea yang bentuknya beraturan. Misalnya satu sisi melengkung atau cekung, atau dua sisi sama cekung. Silinder irregular, terjadi gangguan kornea yang bentuknya tidak beraturan, misalnya sisi kanan atas cembung, sedangkan sisi kanan bawah berbentuk cekung. Atau terjadi hal yang sama di semua sisi. Pada mata silinder yang ringan, gangguan penglihatan mungkin tidak tampak secara nyata, begitu juga pada anak-anak, bahkan kemungkinan besar mereka tidak akan menyadarinya. Hal ini terjadi karena anak memiliki daya akomodasi mata yang kuat dan pengetahuan mereka mengenai suatu benda juga masih kurang.

Pada dasarnya, mata silinder tidak akan bertambah bila menggunakan kacamata atau lensa kontak dengan ukuran tepat. Justru silinder akan bertambah bila menggunakan ukuran yang salah. Untuk itu, sebaiknya konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter saat akan memilih lensa yang akan dipakai. Selain itu, untuk membantu anda menjaga kesehatan mata, anda bisa menggunakan obat alami mata sebagai pengobatan dari dalam untuk memenuhi kebutuhan nutrisi mata anda.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *